Wednesday, October 8, 2008

MAS HERCULES & WIWIKWAE




Miss_A : Pulang Besok aja napa? Naek Hercules, malah cepet, kamu ga perlu
bermacet-macet ria di jalanan, dan malam ini kita masih bisa jalan-jalan.
Aku : Naek Hercules? Pesawat nya AU? Waah…. Boleh juga tuh. Aku belum pernah
merasakan naek pesawat angkut seperti itu.
Miss_A : Pastinya seru. Kapan lagi kamu bisa naek pesawat bergelantungan kalo ga di
Hercules? Kalo beruntung, kamu malah bisa bareng sama sapi dan kebo dalam satu
kabin. Itu kan kesukaanmu banget.


*Lemparan ketupat melayang ke arah Miss_A


Dan siang itu semua urusan mengenai Mas Hercules (kemudian aku menyebutnya seperti ini) terselesaikan. Besok siang jam 14.00 dari Lanud Angkatan Udara Adisucipto Yogya, Hercules yang membawaku ke Jakarta diberangkatkan. Acara senang-senang kami hari itu pun bisa berlanjut tanpa berkendala lagi. Menyambangi kawan-kawan lama, makan-makan, cerita tentang banyak hal di masa lampau yang membuat kami tersadar betapa konyolnya kami kala itu, makan-makan lagi, dan menyusuri Jogja mengenang berjuta kenangan ……. Damn! I’m truly in love with this city!


Pukul 11 Hari berikutnya.

Telepon seluler Miss_A berdering, tampak dia bercakap-cakap sejenak, kemudian …
Miss_A : Baksonya enak ya?
Aku : Iya, rasanya masih sama kayak yang dulu. Ga percuma kita jauh-jauh kemari.
Miss_A : Dengan kata lain akan sangat sayang kalo tidak dihabiskan tho?


Dahi ku berkerut sejenak,

Aku : Pesan penting apa yang hendak kamu sampaikan? Ga usah berbelit-belit gitu deh.
Miss_A : Mas Hercules berangkat jam 12.00 jadi sekarang dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya kita harus sampai ke DAAU.


Kyaaaaaaa…..!!!


Tanpa ba bi bu lagi, setelah melakukan pembayaran dan melirik sebentar ke arah mangkok yang masih menyisakan dua pentol bakso itu, kami langsung tancap gas menuju lokasi. Beruntungnya barang bawaanku sudah dari semalem ngendon dibagasi mobilnya Miss_A, jadi tidak perlu buang waktu pulang kerumah lagi.



Lanud Angkatan Udara Adisucipto Yogya

Setelah melakukan proses administrasi, kami menuju ke ruang tunggu. Begitu banyak orang di situ, ada ibu-ibu yang sedang menggendong bayi, manula, orang-orang berseragam tentara, sampai ke mas-mas perwira yang ….ehem! bikin batuk.

Miss_A : Coba liat mas-mas yang di seberang kita itu.

Spontan aku melihat ke arah yang dimaksudnya

Miss_A : Kalo itu aku rekomen untuk kamu dekati. Selain udah Kapten, jarinya ga ada
cincin kawin, dari tadi dia ngliatin kamu terus. Meskipun wajahnya ga seganteng
orang yang disebelahnya, It’s ok lah.. toh cowok-cowokmu yang dulu juga ga ada
yang ganteng-ganteng banget.


Menohok dalem!!

Dengan wajah penuh kesabaran dan tetap pasang senyum manis, ku tatap wajah sahabat terkasihku itu sembari berkata, “makasih ya…. Kamu perhatian sekali, aku jadi terharu….”

Tampak dari raut wajah Miss_A tersenyum puas penuh kemenangan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 lewat dan belum ada tanda-tanda pesawat hendak diberangkatkan. Sepertinya para kru pesawat kerepotan menata bagasi yang banyak sekali. Maklum, angkutan mudik lebaran …
Setelah melakukan salam perpisahan dengan Miss_A yang hendak melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya, aku pun juga bergegas menuju ke kerumunan orang yang sudah bersiap-siap untuk naik ke Mas Hercules.


Di dalam Herkules

Takjub! Itu kesan pertama yang aku rasakan.
Tempat duduk yang di tata seperti angkutan umum busway, plus railing panjang yang fungsinya untuk berpegangan tangan bagi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk serta bagasi yang di tata jadi satu di ruang kabin penumpang, membuatku merasa ini perjalanan paling seru yang pernah aku tempuh.

Fyuuh…. Beruntung aku mendapat tempat duduk, tampak di depanku ibu-ibu setengah tua berdiri kerepotan karena tangannya tak sampai untuk menggapai railing. Dan pemandangan itu membuat hatiku terasa perih. Ku lihat kanan kiri dan baris depanku, tampak beberapa lelaki berseragam yang duduk dengan tenangnya tak merasa terganggu dengan kehadiran ibu tua yang dari tadi masih mencoba mencari celah untuk dapat duduk. Meskipun usahanya itu tampak tidak mungkin dengan padatnya penumpang. Jangankan duduk, berdiri aja mesti empet-empetan kok.

Ah…. Aku jadi tersadar, bahwa ternyata aku tidak sepeduli seperti yang aku kira.
Ternyata egoisme masih juga bercokol dalam diri ini. Terbukti aku tidak juga beranjak menawarkan kursiku kepada ibu itu. Malah sibuk melihat para lelaki berseragam yang tak punya rasa peduli itu, mengutuk mereka dalam hati, dan mencoba melakukan pembenaran terhadap diri sendiri mengenai ketakutanku berdiri di dalam pesawat, takut jika terjadi turbulensi, dan aneka macam pembenaran diri terhadap ketidakpedulianku kali ini.

Maafkan saya ibu…..
Terima kasih telah menyadarkan diri ini untuk tidak memilih kondisi dalam membagi kepedulian terhadap sesama.

12 comments:

  1. kata maaf seringkali tdk cukup

    ReplyDelete
  2. kok yo tegel nemen to yo yooo.....

    *ngelus dada*

    ReplyDelete
  3. ya Allah, berdiri sampe jakarta tuh ibu?

    ReplyDelete
  4. @ali: iya lah, meskipun cuman sejam seh..

    @ lowo : iya, aku tahu klo aku tegel banget. tapi itu kan pengalaman pertamaku naek pesawat semacam itu (melakukan pembenaran lagi)

    @ didut : betul... dan saat ini aku tak mampu berbuat apa2 selain kata maaf.

    ReplyDelete
  5. wuakakaa......

    naik pesawat atau naik bis kota sih? kok ada acara berdiri. Untung gak ada yang duduk di pesawat dan diatas atap.

    ReplyDelete
  6. tapi Mbak, q kok malah pengin ikutan skali-kali naek Herkules juga. meski akan bernasib = ibi2 itu. gak papa lah,,,,,, yg pnting fly with herkulez

    ReplyDelete
  7. wah jadi pengen nieh
    yulkkk kapan kopdar naek herculezzzzzzzzzzz

    ReplyDelete
  8. wah asik banget mbak.

    kok enggak ngajak-ngajak sih?

    ReplyDelete
  9. ini pasti bukan wewe wae.. saya yakin ituh.. wewe wae bukan orang yang kaya ituh jika melihat orang laen kesusahan
    *mendramatisir suasana ben sing posting gelo*

    ReplyDelete
  10. nganu hars...

    aku ncen gelo banget kok

    *terdramatisir

    ReplyDelete
  11. Aq yo wis tau numpang Mas Herky. dr soetta sampe medan.. kapok, ndak lagi-lagi

    ReplyDelete
  12. aku sih maunya jadi herculesnya ajah deh :D

    ReplyDelete