Sunday, June 1, 2008

POLIGAMBRENG

(TENTANG ALASAN YANG MENGGELIKAN)








+ Mr. X menikah lagi, benarkah?

- Tak tahu lah… denger kabar dari mana?

+ Dari kawan kita, aku sudah coba mengkonfirmasi langsung ke Mr. X tapi telponku tak diangkatnya.

- So?

+ Tolonglah wie, biasanya Mr. X selalu mau mengangkat teleponmu. Tolong tanyakan mengenai kebenaran berita ini. Pliisss….

- Ogah. Itu area territorial yang tak harus aku masuki mbak. Sori…

+ Tapi…. Masak seh, Mr. X menikah lagi??? Hu…hu..hu…

Dan pecahlah tangis temenku diseberang telepon sana.

Tak heran jika kawanku itu menjadi begitu terpengaruh emosinya dengan berita pernikahan Mr. X ini, karena sosok Mr. X tak ubahnya seperti sosok AA Gym dalam komunitas yang aku ikuti. Sosok panutan dan cerminan tentang kebaikan hati dan kesetiaan. Bahkan saking terbuai dengan kesetiaan dan kebaikan yang dimilikinya, beberapa rekan perempuan penderita Cinderella Complex, tak henti memuja serta bermimpi mendapatkan lelaki pujaan hati seperti Mr. X.

Kenapa sih????

Itu pertanyaan yang selalu muncul kala mendengar berita poligami seseorang yang menjadi panutan justru karena kesetiaannya itu.

Dan alasan-alasan yang bergulir selalu saja membuatku tertawa ngakak penuh kesinisan.

AA Gym, dengan alasan diplomatisnya yang menurutku cenderung mbulet dan terlalu mengada-ada mencoba untuk melakukan pembenaran dengan tindakannya tersebut.

Demikian pula dengan Mr. X. Alasan ingin mempunyai anak lebih dari 4 diusungnya untuk melakukan pembenaran atas tindakannya.

Alasan yang sungguh manis…. (baca : what a silly reason!)

Kenapa sih harus gengsi mengakui bahwa alasan yang sebenarnya adalah karena kerasnya setumpuk daging diselangkangan sudah minta untuk dilunakkan???

Sound sinical, huh?

Tapi (mungkin) itulah kenyataan yang sebenarnya. Kalaupun kemudian kalian hei para pelaku poligami mendapat restu dari istri-istri kalian, itu tak lebih karena kebesaran hati dan kekuatan diri yang sangat luar biasa dari wanita yang dulu kalian nikahi dengan janji.

Jika saja kalian berada pada posisi sang wanita, sanggupkah kalian menerima kenyataan ini?

Bisakah kalian menyimpan tangis hati di hadapan banyak orang dan hanya menikmatinya sendirian saja di sepinya malam?

Kuatkah kalian menahan rindu yang harus terbagi?

Relakah kalian menerima jamahan diri oleh tangan yang tak lagi melulu milikmu?

Sanggupkah kalian???

Jadi teringat percakapan dengan salah seorang kerabat beberapa waktu yang lalu,

Ibaratnya, seorang wanita itu memegang mata pisau dan sang lelaki memegang pegangan pisau tersebut. Mau ditarik ataupun hanya diputar-putar, tetap saja sang wanita akan terluka. Jadi, mendingan pasrah aja tho?

Analogi yang menggelikan dan terkesan pengecut sekali.

Kenapa sang wanita harus diposisikan demikian? Kenapa tidak sang lelaki saja yang menggantikan posisi sang wanita? Toh lelaki ditakdirkan lebih kuat dari sang wanita? Lalu buat apa kekuatannya itu dimiliki kalo beraninya hanya memegang gagang pisau? (ah, mo bilang banci kaleng kok ga tega….)

Jika saja sang lelaki dan perempuan saling berpegangan dan menggenggam erat gagang pisau, maka niscaya pisau itu akan bisa digunakan tanpa harus menyakiti siapapun.

Dan untuk dapat melakukan itu kuncinya hanya satu, C I N T A ….

Bip…bip…bip…

Layar ponselku menyala, pertanda ada telepon masuk.

+ Eh wie, ternyata info itu benar lho. Mr. X barusan menelponku dan menjelaskan bahwa berita pernikahannya itu benar adanya. Tapi, hu… hu… hu… ga rela aku… hu..hu..

- Sudahlah mbak …. Then, it called Life ….

+ Anu, maksudku aku ga rela, kenapa sih bukan aku saja yang dinikahinnya? Kan sudah sejak lama aku mengidolakan beliau ….

BRUUKKK….!! Aku nyungsep dengan sukses di tumpukan baju-baju yang hendak aku masukkan ke lemari.

PESAN BUAT YANG TERKASIH

Note : aku hanya ingin membagi indahnya rembulan hanya denganmu.
Sekarang, dan selamanya …. Iya, kamu ….

Monday, May 5, 2008

WHERE IS THE LOVE

Tangisan bapak tua itu meraung-raung, menangisi salah seorang keluarganya yang tewas mengenaskan. Disisi lain, beberapa ibu tersedu dengan pandangan hampa menatap deretan rumah yang telah menjadi abu.

Pemandangan yang mengiris hati.

Pedih mata ini melihatnya …

Pulau Seram menjadi semakin seram dengan adanya penyerangan sekelompok orang ke desa tetangga. Korban pun berjatuhan. Sekitar 80 rumah terbakar habis dan 5 nyawa melayang karena insiden ini (sumber : liputan 6 SCTV).

Batas wilayah, itu pemicunya. Sebuah tonggak atau apapun bentuknya, yang ditancapkan hanya untuk memudahkan pemetaan suatu daerah sehingga urusan administratif dapat dijalankan dengan lebih mudah.

Namun kemudahan yang diharapkan ternyata harus dibayar dengan kesedihan. Perang antar desa tercetus. Banyak jiwa ”terluka”, tidak hanya mereka yang terlibat dalam konflik, tapi orang-orang yang tak menyukai kekerasan pun menatap sedih dengan insiden tersebut.

Ah, kemana perginya sang cinta?

Jadi teringat akan Jalur Gaza Palestina.

Ribuan orang menjadi korban akan sengketa wilayah tersebut. Sungguh suatu sengketa yang telah menimbulkan trauma, kebencian, dan dendam yang mendalam pada seluruh penghuninya. Sang anak bersumpah akan membalas dendam terhadap penjagal kepala ayahnya, si cucu bersumpah akan membalas dendam terhadap penyiksaan yang dilalui keluarganya, sang cicit pun tak kalah geram dan dendamnya terhadap kebengisan-kebengisan yang dilihatnya. Terus seperti itu, turun-temurun tiada henti. Amarah, kebencian, dendam, dan keganasan terusa saja tumbuh pada jiwa-jiwa setelahnya.

Dan, karena kurun waktu yang teramat lama itu, konflik pun melebar menjadi beberapa isu. Tentang zionisme, agama, dan (mungkin) masih banyak lagi alasan-alasan untuk ”pembenaran” perang Isral-Palestina.

Miris melihat penderitaan mereka yang tinggal disana. Sedih hati ini melihat anak-anak kecil yang tumbuh dengan dendam membara, pedih mata ini melihat ekspresi ketakutan dan kerut-kerut kewaspadaan yang menghiasi setiap wajah. Teramat sedih.... membayangkan mereka yang hidup tanpa pernah mengenal arti senyum bahagia penuh cinta.

Tapi aku bisa apa???????

Melakukan orasi tentang sebentuk cinta kasih yang menenangkan hati di daerah konflik tersebut???

(tak hendak meminta jawaban)

Aku mungkin memang tak bisa meredakan konflik yang ada, aku hanya bisa berjanji bahwa aku akan menjadi pribadi yang penuh dengan cinta.

Cinta yang aku hadirkan melalui peluk hangat saat dunia terasa kejam untuk dilalui,

Cinta melalui jabat erat tanganku sebagai tanda akulah teman yang akan menemani hari-hari panjang tak menentu ini

Cinta yang aku hadirkan melalui seulas senyum, meskipun tak seindah pelangi, namun aku yakin akan bisa menambah ceria & indahnya pagi

Sebuah cinta sederhana, yang tak hendak meminta imbalan apapun...

Hanya sebentuk harap, semoga kamu pun melakukan hal yang sama.

Bukan untukku, tapi untuk dirimu sendiri ...

People kilin’

People dyin’

Children hurt and hear them cryin’

Can you practice what you preach

Would turn the other cheeck

Father, father, father help us

Send some guidance from above

Cos people got me got me questionin’

Where is the love

Ah cinta …. Kemana perginya??????

*lagi miris dan sedih dengan kekerasan yang sering terjadi

Thursday, May 1, 2008

DAN PESTA PU MENJADI SANGAT AKBAR


Kopdar Akbar di Bulan April ya?

Ide dadakan itu muncul dari King of Japri yang melontarkannya via japrian Gtalk.

Well, bukan ide yang buruk. Maka otak inipun segera bekerja. Menyusun berbagai bentuk acara yang hendak diluncurkan.


Dari mulai penentuan tema acara, dress code, dan rangkain acara yang hendak dilaksanakan, awalnya menuai banyak pemikiran negatif.


Pake batik? Pasti nanti banyak yang ga datang deh.

Lomba Scrabble? Walah, mbok ya gamesnya yang ringan dan menghibur aja, biar banyak yang daftar.

Hah? Menunya sebanyak itu? Mbok yang simpel-simpel aja, misalnya nasi bungkus, biar ga ngrepotin yang punya rumah.

Kamu belum tahu seh anak-anak itu seperti apa ..

Dan banyak lagi...


Jujur, sempat keracun juga otakku dengan pemikiran-pemikiran negatif itu. Sempat pula hendak menyerah dan mengikuti pola yang telah ada.
You have only two choices wie, and you have to pick one of them!

1. Mengikuti pola yang telah ada, yang berarti kamu ga perlu repot tenaga dan keuangan tapi acara akan standar tidak sesuai dengan jiwa kreatifmu.

2. Mengikuti ide2 liarmu, dengan resiko kamu akan kehilangan banyak tenaga dan keuangan untuk mensupportnya.

Tapi untungnya rasa optimis dalam diri lebih mendominasi sehingga membuat aku tetap keukeuh mempertahakan format acara yang telah aku buat. No pain No gain huh? So, why worry?

Dan semuanya tetap berjalan sesuai rencana.

And look!!! It’s so miracle to me!

Tak dinyana tak dikira, semua berjalan begitu lancar. Dress code yang awalnya diperkirakan sebagai kendala kehadiran peserta ternyata tak terbukti, bahkan semua mematuhinya.

Lomba-lomba yang awalnya sepi peserta, ternyata akhirnya malah jadi lomba yang paling diminati. Banyak sekali yang mau berpartisipasi secara spontan untuk meramaikan acara.

Dan kerepotan penyajian makanan yang berjibun itupun tidak berkendala sama sekali. Semua mau turun tangan dan semua juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk mensukseskan acara tersebut.

Hiks, terharu aku dibuatnya ...

Tak berhenti sampai disitu pula, keuangan yang telah aku persiapkan untuk mem-back up kesuksesan dan kelancaran acara ternyata pengeluarannya tak semeledak seperti yang aku bayangkan.


Semua berlomba-lomba menjadi donatur, entah itu dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk barang-barang buat doorprise serta properti lomba. Dan sungguh, ini membuatku sangat bangga menjadi bagian dari kalian guys.

Dan dari kesibukan kali ini ada banyak pelajaran yang bisa dipetik :

Ø Ternyata bayangan tak semenakutkan kenyataan

Ø Pikiranmu yang akan mengantarkanmu kepada kenyataan sesuai yang kamu pikirkan (you are what you’ve think)

Ø Dibutuhkan rasa kebersamaan untuk membuat semuanya berjalan lancar sesuai yang diinginkan

Klo sudah begini, acara sekaliber apapun akan dengan mudah bisa kita lalui guys.

Karena Loenpia, memang lebih enak jika dimakan bersama-sama.

BRAVO BUAT LOENPIA!

WE ARE A GREAT TEAM GUYS!

Thanks to toekang loenpia yang udah mau menjadi donatur : stella, fany, chakim, novy, munep, kopril, pepeng, budi, mizan, yudi, teguh, didut, dendi, mas wien, ariw, fian, mbak evi, niea, niningss, nina, bunsal.



ps :fotonya ditunggu yud!