Showing posts with label PERSONAL. Show all posts
Showing posts with label PERSONAL. Show all posts

Tuesday, October 27, 2009

RUMAH KEDUA

Iya...

cuman mo kasih kabar, klo GudAnGku! punya rumah lain selain disini.

Silahkan lho, klo mo berkunjung ke rumah yang ini.

Maafin aye klo baru sempat kabar2i sekarang.

Maklum, gudang yang satunya agak besar, jadi rada menguras tenaga dan perhatian :D


Selamat berkunjung!


Salamwae,

-wiwikwae-

Sunday, May 24, 2009

REBRANDING


“Kenapa?”


Pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya harus kudengar, dan untuk kesekian kalinya pula hanya aku jawab dengan cengengesan.

- Cengengesanmu tidak berlalu untuk kali ini. Aku tetap akan mengejar sampai kamu menjawabnya.

+ Buat apa? Toh aku berhak untuk menyimpan alasan-alasan yang sebenarnya atas segala tindakan yang aku lakukan tho?

- Karena aku menyayangimu.

+ Karena kamu kecewa. Itu alas an yang sebenarnya.

- Sejujurnya iya. Meski aku tahu bahwa tanpa atribut itu sekalipun, kebaikanmu tetap terpancar. Tapi kenapa?

+ Karena inilah peran yang harus aku terima. Bersyukurlah kamu yang tidak harus menerima peran terlalu banyak, sehingga tidak perlu berganti-ganti kostum untuk menyesuaikan peran tersebut.

Matanya mulai berkaca-kaca.

- Aku ga tahu apakah harus bangga atau kecewa terhadapmu

+ Kamu tidak harus berlaku apa-apa, cukup dukunglah segala keputusanku, sehingga aku bisa melakukan peran ini terbaik yang aku bisa.

- Tapi kamu kan bisa memilih peran-peran yang disodorkan kepadamu itu?

+ Benar. Dan menerima peran tersebut adalah jalan terbaik yang bisa aku tempuh dibanding menolaknya.

- Kamu menerima peran itu bukan karena dia kan?

+ Menurutmu?

Kepalanya menggeleng

+ Good…. Berarti kamu masih mengenal baik diriku.

- Lalu, bagaimana caramu mengatasi kekecewaan beberapa dari mereka atas peran baru yang kamu pilih ini?

+ Aku tidak harus berbuat apa-apa untuk menyenangkan mereka. Ini hidupku, dan aku yang berhak untuk menentukan peran apa saja yang hendak aku mainkan. Jika mereka tidak suka, mereka boleh pergi.

- Termasuk aku? Kamu menginginkan aku pergi?

+ Sejujurnya aku tak pernah ingin kalian pergi dari sisiku, tapi jika kalian tidak menyukainya, aku pun tak bisa melarang keinginan itu ...

Dipeluknya tubuhku, tangannya tampak menyeka air mata yang telah jatuh ke pipi.

+ Hei… kenapa harus menangis? Adakah yang menyedihkan dari bagian pertemuan ini?

- I'm proud of you... Kamu selalu berani menentukan pilihan hidupmu sendiri.

+ Halah. Lebay!

Ku acak-acak poni miringnya itu.

+ 2009 kok masih poni miring aja sih?

- Sirik aja luh!

Dan kami pun tergelak dengan banyak celotehan-celotehan lucu yang tersaji. Ah… indahnya dunia… saat orang saling mengerti dan menghormati keputusan hidup masing-masing.

Terkadang, melakukan penghakiman atas pilihan hidup orang lain akan lebih mudah dilakukan dibanding menjalani peran hidup sendiri secara lebih baik dan bertanggung jawab.

Bagi saya, segala kalimat negatif yang akan dan telah terdengar tidak akan membuat langkah kaki ini terhenti untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan hidup.

Ya! Hidup saya sendiri, bukan kamu… dan juga mereka…



Salam mrengeswae,
-wiwikwae-




Quote of the day : Kebahagiaan adalah melakukan apa yang disukai bersama yang dicintai.

*nguiikk....

Wednesday, April 1, 2009

PB 2009 DI LAWANG SEWU??



Tuing!
Tiba-tiba ide itu melompat keluar kala membaca salah satu thread mengenai permintaan saran untuk pelaksanaan Pesta Blogger 2009 Oktober mendatang.

Berdasarkan pengalaman menghadiri acara PB’08 yang lalu dimana menurut saya (dan beberapa peserta yang lain) acara yang dikemas cenderung mboseni dan kurang terkonsep dengan bagus. Beberapa peserta yang saya temui saling melempar tanya, Acaranya tadi apa sih? Nggak jelas banget. Sementara yang lain mengungkapkan tidak peduli dengan acara yang dikemas karena mereka cukup senang dapat masuk gratis dan mendapat goody bag dengan aneka macam pin plus kaos.

Well, dalam hal ini saya tidak bermaksud menghakimi panitya PB’08. Saya cukup tahu kerepotan dan kelelahan mereka dalam menggelar perhelatan akbar buat menyenangkan para blogger. Salut! Namun salah satu kunci suksesnya acara adalah dengan belajar dari kesalahan terdahulu. Learning by doing. Mereview kegiatan yang lalu dengan mempertimbangkan masukan serta mempelajari interest pasar eh, blogger.
Dengan demikian, pesta mendatang akan lebih menimbulkan decak kagum. Gila! Pestanya keren banget!Sumpah, nggak nyesel deh datang jauh2. Top! Dan kalimat-kalimat kepuasan lainnya yang diimpikan oleh para penggelar kegiatan dimanapun berada. Klimaks yang makdezzz!!

Lawang Sewu...

Ya! Saya punya ide untuk menggelar PB 2009 tidak melulu di Jakarta. Dan kenapa saya memilih gedung tua itu, karena terus terang saya miris dengan kondisi dan kondite yang dimiliki bangunan bersejarah nan eksotis tersebut. Dalam mesin pencari online, Lawang Sewu lebih dikenal sebagai tempat yang angker daripada bangunan bersejarah. Kuntilanak di Lawang Sewu, Penampakan hantu di Lawang Sewu, dan tulisan-tulisan menyeramkan lainnya yang menduduki Top 5 di mesin pencari. Memprihatinkan...

Jujur, selama mendiami Semarang 18 tahun lamanya, baru sekali saya mengunjungi dan berkeliling di gedung tersebut. Kunjungan itupun baru saya lakukan saat sudah meninggalkan Semarang lebih dari sepuluh tahun lamanya. Kelewatan ya? Hehe.. Thanks to Nilla yang sudah merengek-rengek minta ditemani wisata malam di Lawang Sewu.

Tahukah kalian?

Saya terpukau dengan keeksotisan gedung tua tersebut! Tidak ada sedikitpun rasa takut kala menelusuri koridor bangunan tersebut, meskipun gelap dan hanya dibantu oleh sinar lampu baterai sang pemandu wisata. Hyudee sang fotografer langsung sibuk dengan senjatanya, mengambil gambar dengan sudut-sudut yang menarik. Bahkan lokasi bawah tanah, tempat dimana dulu digunakan sebagai tempat jagal pun tidak menyurutkan nyali Ulie dan Nila untuk berfoto-foto disana. Dan lihat! Tidak ada sesuatu yang menyeramkan yang kami temui disana. Yang ada hanya kekagumanan akan kekuatan bangunannya, arsiteknya, dan sejarah yang menyertainya.

Ok, kembali ke rencana PB 2009.
Andai saja PB 2009 diadakan di Lawang Sewu maka saya jamin para peserta pesta tidak akan merasa jenuh karena terkurung didalam gedung. Para photo blogger bisa berburu obyek-boyek foto menarik disana, dan para narsiser pun akan mendapatkan angle yang bagus untuk background foto mereka (tidak melulu di backdrop dan deretan kursi-kursi). Para blogger-blogger seriuspun akan mendapatkan ide tulisan yang bagus mengenai setiap sudut Lawang Sewu yang bersejarah tersebut.

Itu baru gambaran pembunuh waktu lho.... cukup menarik kan? Belum lagi jika masuk ke acara inti PB itu sendiri. Balutan acara yang bagus kan? Disamping para blogger mendapat wisata gratis, PB 2009 sendiri dapat memberikan manfaat bagi wisata daerah. Yaitu dengan terangkatnya Lawang Sewu melalui tulisan-tulisan positif para blogger. What a great party!

Ah, ini hanya angan-angan saya... angan-angan wong ndeso yang ingin mengangkat potensi wisata suatu daerah.

Lupakan saja...

Mending baca ini

Sunday, March 15, 2009

THAT’S WHAT FRIEND ARE 4 EH, 6 …



Dan kamipun tertawa bersama. Di sudut Mc. Café Sarinah, mereka telah berhasil menelanjangi sebagian misteri dari wiwikwae. Misteri??

Selama ini, aku selalu berhasil mengalihkan setiap pertanyaan yang mampir ke ruang pribadiku. Terkadang sengaja aku berikan jawaban-jawaban lain hanya sekedar untuk menutupi jawaban yang sebenarnya dari pertanyaan yang diajukan. Namun larut malam itu, aku sungguh terharu melihat pengorbanan ivan, oelpha, adam, pito, dan ulie untuk menghabiskan waktu mereka dari pagi hingga pagi lain menjelang, menahan kantuk dan dinginnya malam hanya sekedar untuk menyenangkanku. Merayakan hari terakhirku mendiami Jakarta.

Thanks God!

Dalam perjalanan hidupku, aku selalu dikeliling oleh kawan-kawan yang baik dan menyenangkan. Seorang kawan SMA yang sudah berkeluarga dan sekarang tinggal di salah satu negara bagian di USA, masih rutin mengirimkan kabarnya, bahkan sesekali mengirimkan bingkisan untuk menunjukkan betapa berartinya aku buat mereka. Kawan-kawan sewaktu kuliah dulu bahkan ada yang hendak menggantungku karena aku jarang mengkabarkan kondisiku kepada mereka. Dan neng geulis, seorang kawan yang aku temukan sewaktu merantau di Cirebon lebih gila lagi. Dia, apapun yang aku lakukan sepanjang itu bisa membuatku bahagia pasti akan dia dukung dengan sepenuh hati. “Aku hanya ingin melihat mba wie bahagia….” Itu kalimat yang selalu dia ucapkan setiap kali aku mendatanginya hanya sekedar untuk menceritakan kebimbangan-kebimbangan hidupku.

Ah, terlalu banyak kebaikan-kebaikan mereka jika harus disebutkan disini. Itupun baru aku sebutkan segelintir kawan-kawan terdekatku. Belum semua kawan-kawanku, tidak terkecuali yang hanya mampir disebagian waktu dan lalu menghilang.

Dan dengan sedikit malu-malu aku ingin berbagi 1001 ala wiwikwae :

  • Wiwikwae dengan kegilaannya yang cenderung abnormal
Jika saja kalian tahu alasan dibalik itu. Tentang kelakuanku mencatok rambut saat mau tidur dengan alasan hanya ingin tampak cantik dan rapi. Atau keisenganku ngubek-ngubek mall hanya untuk kulakan “watu” (baca: manik-manik). Tentang cerita-cerita aneh bin jayus mengenai harga krupuk yang semakin mencekik leher. Mengenai ikan-ikan di kolamku yang frustrasi karena tak tahan mendengar jeritan manjaku kala mendapat telepon dari kawan-kawan tersayang. Juga kalian yang pernah merasa horny dengan jeritan-jeritan anehku itu (sejuta kutu busuk dan topan badai buat kalian semua!).

Tentang kelakuan nakalku yang mengobrak-abrik milis kalian. Dan tentang berjuta celetukan serta gesture ku yang terkadang sukar diterima oleh kalian yang mengklaim diri sebagai orang normal.

Tahukah kalian bahwa semua itu aku lakukan dengan satu alasan, supaya kalian merasa bahagia dan nyaman berada disini, bersamaku...

  • Wiwikwae dengan kegalakannya (baca : tegas)
Kenapa?
Supaya kalian tahu, bahwa hidup tidak melulu tentang canda. Bahwa untuk tetap bisa bertahan dengan aneka macam terpaan musim kehidupan yang datang silih berganti dibutuhkan sebuah ketegasan. Ketegasan untuk membuat hidup yang dijalani menjadi lebih bermanfaat. Toh semua ketegasan itu bukan buat aku, tapi untukmu sendiri….

  • Wiwikwae dengan senyum manisnya
Jangan ajari aku tentang arti bersedih!
Karena mungkin sebagian dari kalian belum pernah mengalami bagaimana rasanya kehilangan 3 orang yang sangat berarti dalam hidup ini secara berurutan dalam waktu yang berdekatan.. Jika kemudian aku memilih untuk tetap ceria, karena aku tahu bahwa sebenarnya sedih dan bahagia bukanlah sebuah perasaan tapi sebuah pemikiran. Jika aku bisa berpikir bahwa aku akan bahagia, kenapa aku harus memilih berpikir untuk bersedih?

Aku hanya ingin melihat kalian bahagia dan ceria, untuk itu aku harus berlaku demikian terlebih dahulu...

  • Wiwikwae dengan sok dewasanya
Berhadapan dengan beberapa orang sulit membuatku menjadi mengerti, bahwa saat di hina itu tidak enak rasanya maka janganlah menjadi pribadi yang tukang menghina. Saat telepon ataupun sms ku diabaikan karena dianggap tidak penting itu sangat tak mengenakkan, maka belajarlah aku untuk berbagi perhatian. Kala melihat orang yang tidak mau berkompromi membuatku muak maka melembutlah hati ini saat menerima masukan. Sewaktu tahu bahwa di curangi itu sangat menyakitkan, tak akan aku berlaku demikian terhadap yang lain. Dan aku berterima kasih kepada kalian yang tanpa kalian sadari telah mengajarkanku akan nilai-nilai tersebut.

  • Wiwikwae dengan atribut terlalu pilih-pilih nya yang bikin dia ….asmbuh!
Bantal guling jadi satu!!!
Aarrggh…. Kenapa harus ada bait ini sih? Ada yang salah kalau kemudian aku tak kunjung juga menentukan pilihan dari deretan daftar itu? Hatiku adalah salah satu bagian eksklusif yang aku punya dimana tak sembarang orang boleh memasukinya. Tidak juga untuk sekedar eksperimen sebuah alasan konyol coba-coba. Jika kemudian aku memilih untuk sabar menunggu datangnya sang lelakiku apakah itu salah? Aku hanya ingin tumbuh menua bersamanya. Bersama dia yang telah dipersiapkan Sang Khalik di putaran waktu.


With each day that passes
I find myself investing more and more
Into this relationship;
Faith, hope, trust,
and even my dreams....

If there were a reason to keep living,
I've found ten thousand in you....
This is what you've done to me,
And continue to do....

Because of this and more,
You're Special In My Life
Thanks to always be my friends in whatever & whoever I am

_wiwikwae, with bunch of love.

Monday, December 15, 2008

RINDU BULAN KEPADA BINTANG



Kenapa sang bulan selalu ingin tahu kemana bintang pergi
Jika kemunculan bintang tak begitu berarti?

Kenapa sinar bulan menjadi redup tanpa kilau bintang
Jika memang kehadiran bintang tak benar ditunggu?

Lalu, kenapa juga sang bulan merasa rindu sapa ramah bintang
Jika kebersamaan dengan bintang tak lagi dinanti?

Bintang, apapun yang dikatakan sang bulan tentangnya,
Keduanya sama-sama tahu

Bahwa cinta itu memang indah untuk diutarakan…


Monday, November 24, 2008

PARTY TILL DROP

Bener-bener drop!!!

Bayangin aja, dua hari satu malam aku tidak tidur dengan sebenar-benarnya tidur.

Dimulai jumat malam, begadang di Muktamar Blogger Bundaran Hotel Indonesia sampai pagi dilanjut pagi harinya langsung menghadiri Pesta Blogger sampe jam 11 malam.

fyuuhhh..... ruaarrr biasaahh!!

Rekor baru telah terpecahkan buat orang sepertiku yang doyan ngebo!

Ga percaya???


neehhh.....




























emang postingan ga penting banget ya bud....??

*mlayuu...

Sunday, October 26, 2008

SEHARI SETELAH HARI JUMAT

Betul!

Hari Sabtu namanya. Hari dimana aku mengalami hl-hal baru dalam hidupku.

Tepatnya tanggal 25 Kemarin, bersama dengan Tukang Loenpia Jakarta kami memberikan pelatihan dasar membuat blog bekerjasama dengan Komunitas Jejak Langkah & Perpustakaan Pendidikan Nasional.

Dan dari sinilah hal-hal baru itu dimulai :

HAL BARU PERTAMA
Berhubung Pelatihan Ngeblognya dimulai jam 9 Pagi, maka kami (Tukang Loenpia,red) sepakat untuk datang lebih awal, yaitu jam 8 pagi untuk melakukan koordinasi terkait dengan pelatihan yang akan kami lakukan itu.

Jumat malam, sms reminder yang berisi “jangan lupa besok pagi dresscode warna hitam. Sampai ketemu jam 8 di diknas. Jangan telat ya…!” telah terkirim. Salah satu yang mereply sms itu adalah Ragil si Tukang Ngecuprus. Begini kira-kira isi sms itu :

+Ok, mungkin aku akan berangkat lebih pagi soalnya besok akan ada car free day di Sudirman.

Sabtu pagi, sekitar jam 7 an, aku yang sedang asyik mematut diri di depan cermin terpaksa harus menyudahi kegiatan mempercantik diri tersebut karena dapat sms dari Ragil yang saat membacanya sempat membuat aku tertawa sendiri.

+ jyaayaayayaaa kepagian...

SMS yang irit isi namun spontan membuatku tertawa ngakak. Ya iya lah kepagian. Jam 7 gitu loh! Pelatihan dimulai jam 9 kenapa kamu kerajinan datang jam 7 Gil? Ga sabar ingin melihat aku ya?

Begitulah, selanjutnya dengan sedikit tergesa-gesa akhirnya aku harus segera meluncur ke Perpus Diknas, supaya Ragil sang newbie di Loenpia merasa tidak disia-siakan kedatangannya.

Yep! Hari itu memang hari pertama kami (tukang loenpia) bertemu dan langsung akrab dengan sang tukang ngecuprus itu.


HAL BARU KEDUA
Inilah kali pertama aku mempromosikan Loenpia dalam kondisi yang formal (biasanya dalam kondisi yang sangat tidak formal). Berdiri di depan sekian orang, mempresentasikan slide demi slide yang di operasikan oleh Mr. Adam, dengan kata-kata yang menawan setiap orang yang mendengarnya. Meskipun setelah presentasi itu aku kemudian berpikir, benarkah Loenpia sehebat seperti yang aku gambarkan? Saat teringat beberapa anggotanya (budi, pepeng, munep, kopril, hars, didut, lowo, pak kawi) mendadak keraguan itu muncul. *santai, mik es teh dulu
Tapi untunglah keraguan itu langsung sirna kala melihat paparan yang di sampaikan Kian & Udey mengenai apa itu Gmail, juga ulasan materi bikin blog yang disampaikan oleh Nilla. Semakin yakin lagi bahwa Loenpia memang seperti yang aku gambarkan kala melihat Ivan, Adam, Ragil, dan Mimin yang dengan sabar membantu para peserta dalam mengimplementasikan materi ngeblog yang telah disampaikan.

Tak ada kata yang terucap kala melihat ketulusan mereka dalam melakukan kegiatan ini selain rasa haru dan bangga mempunyai kawan-kawan seperti kalian. Orang-orang yang tanpa pamrih mau meluangkan waktu untuk berbagi. Berbagi ilmu, waktu, tenaga dan keceriaan kepada orang lain. Aku salut kepada kalian semua!

Rasa salut yang sama aku rasakan buat Komunitas Jejak Langkah. Dengan antusias mereka telah mau berbagi kelelahan untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran kegiatan pelatihan ngeblog ini. Rino dan Asih yang telah meluangkan waktu datang lebih awal guna memastikan semuanya telah tersedia sesuai yang dibutuhkan. Dani, yang meskipun ada tanggungan pekerjaan kantor tetap meluangkan waktu untuk datang, sekedar memberikan sapa ramah laiknya tuan rumah yang baik. Dan Kuki, sang dosen idola, tetap meluangkan waktu untuk datang setelah tugas mengajarnya selesai dia emban. WOW! Hanya itu yang mungkin bisa aku katakan untuk melukiskan berjuta kekaguman akan dedikasi kalian. Apa jadinya JL jika tanpa ada kalian? Proficiat!




HAL BARU KETIGA
Naaah… ini nih hal paling gila sepanjang perjalanan hidupku dan tak sudi aku mengalaminya lagi.
Setelah acara pelatihan selesai, kami beriring-iringan menuju tempat makan rekomendasi dari Ragil. Hmm… untuk masalah selera makan sepertinya Ragil bisa diandalkan, karena siang itu kami mendapatkan menu yang enak. Nasi bebek cobek plus gurami rica-rica. Setelah dapat mengontrol rasa kenyang dikarenakan menu yang maknyuss tadi, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke WETIGA. Sebuah tempat ngumpul baru buat para blogger, pluker, dan jungker yang saat pembukaan kemarin belum sempat kami kunjungi.

Namun sepertinya memang belum jatahnya Tukang Loenpia untuk dapat mencicipi enaknya makanan dan surga bandwith di tempat tersebut, karena saat sampai disana ternyata tempatnya masih tutup. Terpaksa, untuk mengobati kekecewaan akhirnya kami memutuskan untuk nonton film.

Dan kegilaan itu dimulai....

Setelah memarkir mobil, dengan masih terus ketawa-ketiwi kami menuju lift yang mengantarkan kami ke lantai dimana gedung bioskop itu berada. Tetapi sesampainya kami di tujuan, ternyata jam putar terakhir film yang kami pilih (Body of Lies, red) adalah jam 17.00 sementara kami sampai di lokasi sekitar jam 18.00. Setelah melakukan rapat kecil akhirnya diputuskan untuk mencari gedung bioskop lain yang masih memutar film tersebut, maka masuklah kami ke lift untuk menuju ke tempat parkir. Di dalam lift, kami mengalami kebingungan karena lupa di lantai berapa mobil terparkir. Hampir setengah jam kami hanya naik turun keluar masuk lift untuk mengingat-ingat dilantai berapakah si mobil terparkir. Tak kami hiraukan pandangan orang-orang yang keheranan dengan tingkah kami itu. Mungkin mereka berpikiran bahwa kami adalah sekelompok orang yang sedang melakukan tur lift. OMG!

Akhirnya, mobil itu kami temukan juga, dan meluncurlah kami ke MTA (target gedung bioskop selanjutnya). Di tengah perjalanan, Nilla yang tadi sedang melakukan konfirmasi apakah body of lies masih di puter di MTA mengabarkan kepada kami bahwa film tersebut sudah tidak diputar lagi. Reaksi spotan kami saat itu adalah tertawa bersama, kemudian tanpa ba bi bu lagi perjalanan yang baru ditempuh sekitar 10 menit itu kami arahkan kembali ke gedung bioskop semula. Kami sepakat menonton film yang lain selain body of lies!

Untuk kali ini, semua tanpa kecuali mengingat-ingat di lantai berapa mobil terparkir!

Well, tiket sudah ditangan, dan jam putar film masih 45 menit lagi. Untuk membunuh waktu maka kami sepakat menuju ke foodcourt. Seperti biasa, kumpul-kumpul Loenpia tidak sah jika tidak ada makan ataupun minum juga canda tawa. Mulai dari bahasan pelatihan yg barusan diadakan, tersesat di dalam lift, minumanku yg salah pesen, sampai ke transfer file foto dari satu laptop ke laptop lain menjadi kegiatan kami dalam menunggu waktu putar film.

Saking seru dan asyiknya obrolan itu sampai-sampai kami tak sadar bahwa tujuan kami duduk-duduk di situ adalah untuk menunggu film yang.... yaa ammpuuunnnn!!! Waktu putar film sudah dimulai! Tanpa di komando lagi, serempak kami menuju ke gedung bioskop. Untunglah sesampainya di theater pilihan kami, meskipun harus membuka pintu sendiri (mbak penjaga pintunya sudah tidak ada), film tersebut baru saja dimulai.

Fyuuuuhh.... film yang seru. Tapi sepertinya masih kalah seru dengan petualangan kami hari itu. Hari dimana aliran oksigen dalam darahku mengalir sangat lancar karena ada kebahagiaan yang terselip.

Kebahagiaan karena ada kalian disana guys....



moral of the story : jangan pernah mengandalkan orang lain untuk mengingat-ingat tempat parkir, karena mereka akan mengandalkan kamu untuk melakukan itu.

Tuesday, October 14, 2008

FROM THE BOTTOM OF MY HEART… I LOVE YOU, LOEN…

Suatu hari
wiwien : Plok! Ayo buruan daftar ke loenpia.net
aku : opo kui?
Wiwien : milisnya cah semarang. Ayo ndang daftar!
Aku : yo, mengko. Nek sempet

Di lain hari
Wiwien : pluk! Dah ndaftar loenpia?
Aku : durung mas
Wiwien : ayo gek ndang daftar, plok!
Aku : yo…

Lain hari yang beda
Wiwien, piye?
Aku : opone sing piye?
Wiwien : wis daftar loenpia durung?
Aku : durung sempet mas
Wiwien : ndang daftar, plek!
Aku : iyo… iyoo…. Tak daftar mas, tapi mengkooooooo…… nek kelingan.

Dan, karena tak kuasa menerima kekerasan dalam ceting (kami menyingkatnya menjadi KDC) yang dilakukan mas wien melalui plak, plek, dan ploknya, maka akhirnya aku mendaftar ke milis ini. Sebuah milis tempat berkumpulnya para blogger semarangan (yang tinggal disemarang, punya kenangan akan semarang, pengen ke semarang, dan yang jatuh cinta sama orang semarang).

Milis yang aneh

Kenapa?

Ngakunya milis blogger, tapi saat gabung disitu,bahasan mengenai blog nyaris tidak ada. Yang ada hanya melulu tawa saat membaca setiap tret yang tersaji. Memangnya ini milis pelawak yang menyaru jadi blogger ya? Atau Milis blogger yang isinya para pelawak? Tak penting untuk di ributkan..

Yang jelas, virus loenpia telah mengadiksiku! Membuat aku keranjingan, ketagihan, dan sakau, jika satu hari saja tidak membuka milis laknat ini.

Apalagi yang aku butuhkan???
Jika saat membuka milis loenpia semua kesedihan jadi menguap dan tergantikan dengan tawa membahana.
Saat bertemu dengan para anggotanya,, aku merasa tak sendirian karena kehangatan dan keramahan yang diberikan.
Kala kerinduan akan kampung halaman bisa terobati dengan membaca dialek-dialek semarangannya yang kental tersaji dalam setiap tulisan.
Dan yang terpenting,
Di Loenpia aku menemukan arti kejujuran yang sesungguhnya.
Di milis, boleh saja setiap anggotanya saling melempar sandal jepit, teklek, bom molotov, dan penuh dengan makian kasar. Tapi, saat diperjumpaan nyata, aura kasih, persahabatan, dan persaudaraan dapat terasakan sampai ke relung hati. Nyaris tidak ada intrik yang tersaji. Itulah kejujuran yang sebenarnya. Kita tidak perlu menyajikan bahasa-bahasa halus penuh kesopanan dan pengertian, kalau pada kenyataannya semua itu hanya kemunafikan. Kejujuran yang hakiki adanya dalam relung hati, dan hanya hati pula yang dapat merasakannya.

Tak penting buat aku kalian mau menggunakan bahasa tulisan sekasar apa guys, jika saat saya membutuhkan pertolongan, semuanya gegap gempita untuk membantu. Dan yang demikian ini, sudah cukup buatku….

That’s why I feel from the bottom of my heart….. I LOVE YOU LOENPIA…

SELAMAT ULANG TAHUN KE 3 LOENPIA!
3 tahun, jika itu usia manusia, maka dia sedang lucu-lucunya, sedang pandai-pandainya berbicara, sedang aktifnya dia dengan aneka macam gerakan, dan sedang menggemaskannya dia.

Semoga, di ultah yang ketiga ini, Loenpia semakin lucu sehingga kelucuannya makin dapat mengobati aneka macam kesedihan anggotanya. Makin pandai berbicara aneka macam hal dengan bahasa yang lebih baik dan bijak lagi. Dan aneka macam keaktifan dan gerakannya mampu memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar, sehingga semua orang menjadi semakin gemas denganmu Loen…

HAVE A GREAT BIRTHDAY LOENPIA!


Thanks to all tukang loenpia : pepeng, budi, didut, stella, niningsan, kian, fany, nina, sesy, anik, hars, teguh, munep, mizan, yogie, niea, hyudee, kopril, fian, chakim, udey, mociman, lowo, nilla, maxdon, om kawi, mas wien, mas cordiaz, tuna, dina, evi, dedi, adam, ivan, danindra, ali, alfin, masnohot, huda, kingkong, mimin, sofyan, bunsal, memble, kiyat, dan semua yang tak sempat saya sebutkan namanya disini. Terima kasih atas persahabatan dan persaudaraan yang kalian berikan, guys…

Sunday, October 12, 2008

TUNJUK SATU BINTANG

Coba kau tunjuk satu bintang
Sebagai pedoman langkah kita

Jaga erat hasil karyaku
Hingga terbias warna syahdu


Akan ku ukir satu kisah tentang kita
Dimana baik dan buruk terangkum dengan indah

Akan ku cerna semua karya cita kita

Dimana hitam dan putih terbalur hangatnya cinta


Jika mimpi terwujud di hari nanti
Di sisimu slalu hadirku


Aku menyukai lirik lagu Tunjuk Satu Bintang nya Sheila On Seven ini. Sebuah lirik yang sarat akan makna.

Makna tentang indahnya perbedaan. Tentang baik dan buruk yang bisa terangkum dengan indah, juga tentang hitam dan putih yang bisa melebur dengan baluran kehangatan sang cinta.

Lalu aku menoleh kearahmu, seseorang yang kemarin berteriak-teriak tentang keragaman.

Bagaimana bisa kamu berkata tentang arti KERAGAMAN jika saat kamu merasa pikiran kita tak sejalan, lalu kamu dengan seenaknya berteriak-teriak ditelingaku tanpa memperdulikan perasaanku? Poin keragaman seperti apa yang hendak kamu sampaikan kalau kamu sendiri tidak bisa mengimplementasikannya dalam sikap?

Jika kemudian aku tidak membalas teriakan-teriakan yang sama kearahmu, itu bukan karena aku tak mampu melakukan hal yang sama. Bukan itu kawan…

Tapi aku memilih.

Saat kamu menjadi buruk entah karena sebab apapun, maka aku harus menjadi yang baik. Supaya semuanya tetap berakhir dengan indah….

Saat kamu menjadi hitam, maka aku harus menjadi yang putih. Hingga leburan warnanya akan menjadi bias syahdu menentramkan hati.

Tunjuklah satu bintang sebagai penunjuk arahmu. Supaya kamu tahu arah mana yang hendak kamu tuju, agar bias cahaya bintang yang lain tidak menyilaukan langkah, sehingga kamu tak perlu merasa perjuanganmu sia-sia saat orang tak tahu apa yang kamu mau.

Selamat berjuang kawan.

Jika suatu saat nanti kamu merasa dunia ini terlalu kejam untuk dilalui dan kamu tak tahu lagi harus berbagi kegalauan dengan siapa,

Aku masih disini…



Buat kamu, yg kemarin telah memperdengarkan nada 7 oktaf kepadaku

Thursday, July 31, 2008

BANGKIT DARI KUBUR

Well, setelah lama menjelajah waktu dan masih juga tak menemukan yg aku cari... kuputuskan untuk sekedar posting satu dua paragraf.

Untuk melegakanmu,
bahwa aku masih disini
Ya... disini!
Bersama sang waktu dan temaram senja

Intinya :

BLOGKU HIDUP LAGI DENGAN POSTINGAN-POSTINGAN BARU!


DON'T MISS IT!

*PGJ mode on

Sunday, June 29, 2008

POJOKANKU

Begitu masuk rumah sehabis lihat Festival Kesenian Yogya aku merasa ada yang berubah pada ruang favoritku.

Hmm... Tiba-tiba aku menjadi terharu.

Pojok favoritku ada penghuni baru!!!

Penghuni baru yang ditambahkan untuk membuatku menjadi lebih nyaman berada di area favoritku. Aku hampiri sang penghuni baru tersebut, merabanya pelan... mencobanya... Umm... feel comfy...

Baru nyadar, beginilah enaknya jadi si bungsu. Apalagi si bungsu yang sudah yatim piatu seperti aku ini.

Untuk itu aku ingin berbagi kiat-kiat mendapatkan keenakan itu :

1. Siapkan mental untuk selalu jadi si adik kecil nan manja dalam segala usia dan siap-siap di gaplok kalo terlalu manja.

2. Jangan biarkan mereka tahu tentang kemandirian dan kehebatan kamu diluaran sana.
Tetaplah jadi adik kecil yang cantik nan manja di dalam lingkungan keluarga batih dan tetep... Siap-siap di gaplok kalo terlalu manja!

3. Jadikan ketiak orang tua sebagai tempat sembunyi paling nyaman di segala situasi.
Jika diperlukan, semprot dulu dengan 212 sexy nya Carolina Herera biar sembunyinya nyaman.

4. Kasiat ketiak itu baru bisa dirasakan saat Kedua Ortu telah meninggal, berupa pengalihan kepemilikan rasa sayang dan iba ke kakak-kakak kalian.
Ya.. ya.. mereka akan merasa iba terhadap adik bungsunya karena telah kehilangan tempat sembunyi yang paling nyaman itu.

5. Dan, jika kemudian mereka terlalu intervensi ke area pribadi, umm… sebenarnya ini resiko dari kasiat ketiak itu seh, namun jangan takut! Inilah saatnya untuk menunjukkan siapa kalian sebenarnya. Show them that it is your time to be a driver in your own life!

6. Ngambek, jika kondisi sudah mulai terdesak.

7. Dari 6 kiat-kiat diatas, maka ditemukan rumus :

Rasa sayang + intervensi ke area pribadi – ngambek =

KURSI BARU YANG BISA DIGOYANG-GOYANG!!

Thanks kak, untuk selalu ingin membuat adik kecilmu ini berasa nyaman di sini..

Friday, June 6, 2008

GOMBAL


Ya .. ya... aku tahu yang kamu ucapkan itu gombal.
sama seperti telpon-telponmu kala itu.

tapi entah kenapa aku suka mendengarnya.

sama seperti hari ini, kala kamu berucap :

ah, sebel dee.... kenapa gue sebel ya ga bisa ketemu kamu?

tak hendak meminta apa-apa...

just wanna say, welcome back my guardian devil...




*semoga dia ga baca... semoga dia ga baca... (merapal mantra 7x) ")



Thursday, May 1, 2008

DAN PESTA PU MENJADI SANGAT AKBAR


Kopdar Akbar di Bulan April ya?

Ide dadakan itu muncul dari King of Japri yang melontarkannya via japrian Gtalk.

Well, bukan ide yang buruk. Maka otak inipun segera bekerja. Menyusun berbagai bentuk acara yang hendak diluncurkan.


Dari mulai penentuan tema acara, dress code, dan rangkain acara yang hendak dilaksanakan, awalnya menuai banyak pemikiran negatif.


Pake batik? Pasti nanti banyak yang ga datang deh.

Lomba Scrabble? Walah, mbok ya gamesnya yang ringan dan menghibur aja, biar banyak yang daftar.

Hah? Menunya sebanyak itu? Mbok yang simpel-simpel aja, misalnya nasi bungkus, biar ga ngrepotin yang punya rumah.

Kamu belum tahu seh anak-anak itu seperti apa ..

Dan banyak lagi...


Jujur, sempat keracun juga otakku dengan pemikiran-pemikiran negatif itu. Sempat pula hendak menyerah dan mengikuti pola yang telah ada.
You have only two choices wie, and you have to pick one of them!

1. Mengikuti pola yang telah ada, yang berarti kamu ga perlu repot tenaga dan keuangan tapi acara akan standar tidak sesuai dengan jiwa kreatifmu.

2. Mengikuti ide2 liarmu, dengan resiko kamu akan kehilangan banyak tenaga dan keuangan untuk mensupportnya.

Tapi untungnya rasa optimis dalam diri lebih mendominasi sehingga membuat aku tetap keukeuh mempertahakan format acara yang telah aku buat. No pain No gain huh? So, why worry?

Dan semuanya tetap berjalan sesuai rencana.

And look!!! It’s so miracle to me!

Tak dinyana tak dikira, semua berjalan begitu lancar. Dress code yang awalnya diperkirakan sebagai kendala kehadiran peserta ternyata tak terbukti, bahkan semua mematuhinya.

Lomba-lomba yang awalnya sepi peserta, ternyata akhirnya malah jadi lomba yang paling diminati. Banyak sekali yang mau berpartisipasi secara spontan untuk meramaikan acara.

Dan kerepotan penyajian makanan yang berjibun itupun tidak berkendala sama sekali. Semua mau turun tangan dan semua juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk mensukseskan acara tersebut.

Hiks, terharu aku dibuatnya ...

Tak berhenti sampai disitu pula, keuangan yang telah aku persiapkan untuk mem-back up kesuksesan dan kelancaran acara ternyata pengeluarannya tak semeledak seperti yang aku bayangkan.


Semua berlomba-lomba menjadi donatur, entah itu dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk barang-barang buat doorprise serta properti lomba. Dan sungguh, ini membuatku sangat bangga menjadi bagian dari kalian guys.

Dan dari kesibukan kali ini ada banyak pelajaran yang bisa dipetik :

Ø Ternyata bayangan tak semenakutkan kenyataan

Ø Pikiranmu yang akan mengantarkanmu kepada kenyataan sesuai yang kamu pikirkan (you are what you’ve think)

Ø Dibutuhkan rasa kebersamaan untuk membuat semuanya berjalan lancar sesuai yang diinginkan

Klo sudah begini, acara sekaliber apapun akan dengan mudah bisa kita lalui guys.

Karena Loenpia, memang lebih enak jika dimakan bersama-sama.

BRAVO BUAT LOENPIA!

WE ARE A GREAT TEAM GUYS!

Thanks to toekang loenpia yang udah mau menjadi donatur : stella, fany, chakim, novy, munep, kopril, pepeng, budi, mizan, yudi, teguh, didut, dendi, mas wien, ariw, fian, mbak evi, niea, niningss, nina, bunsal.



ps :fotonya ditunggu yud!

Sunday, March 23, 2008

TAMI SENDIRI


“Sori nek, gue ngokar ya…”

Dan asap rokok yang baunya sangat mengganggu pernafasanku itupun keluar tiada henti dari bibir seksi berbalut lipstik plus lipgloss itu.

Tami terlihat makin sukses. Mobil Cielo merahnya, penampilannya, dan sifat super womannya melengkapi stereotipe seorang wanita sukses masa kini.

”Gue yakin loe ga enjoy dengan kehidupan loe Tam.”

”Wonderful! Itulah salah satu alesan kenapa gue butuh teman seperti elo wie. Gaya bicara yang lugas dan semua yang ada di otak loe itu gue suka banget. Sumpee!

Hanya segitu. Kemudian Tami melanjutkan menerawang jauh keluar menembus kaca Excelso Cafe yang ada di salah satu mall di Joga. Puntung rokok yang ada di asbak mulai ada temannya, satu eh, dua ding.

”Laki-laki itu brengsek semua wie.”

Aku hanya tersenyum

”Gue pikir keberadaan lelaki itu hanya untuk menyusahkan kehidupan wanita-wanita seperti kita. Pecundang! Parasit!”

Kita? Elo kalee... ”

Tertawa kecil sejenak bersama.

”What’s wrong with you dear? Gagal bercinta lagi? Hal biasa kan? Menjadi tidak biasa kalo kamu menanggapinya secara berlebihan Tam.....”

Lo sendiri, kenapa juga masih ga ada ring yang menghiasi jari manis itu? Padahal pecundang-pecundang yang loe punya sepertinya begitu menyayangi dan mencintai....”

”Weits, hati-hati dengan penggunaan kata pecundang say! Laki-laki yang gue punya terbaik sebagai pribadi yang pernah gue kenal. Kalopun akhirnya tidak sampai ke jalan akhir tujuan kami yaaah.... mungkin memang bukan dia teman seperjalanan yang disediankan Tuhan buat gue Tam.”

”Bahasa besar itu bu, bahasa simpelnya karena mereka itu brengsek!”

Sejenak kubiarkan Tami menumpahkan kekesalannya. Masih tetap merokok, sesekali mencecap sedikit Espresso dalam cangkir mungil nan cantik itu. Menerawang lagi.... dan tetap kubiarkan dia seperti itu. Ini waktu yang kusediakan buat my partner in crime (hueheh.), jadi kubiarkan sesuka dia mempergunakannya. Sampe ide ini muncul ...

”Umm... Anterin gue ke toilet bentar yuk Tam?”

”Harus berdua gitu?”

Alaa.. bentar ini, yuuk.. lagian gue dah bosen disini.


Di dalam toilet yang ada satu orang lain lagi selain kami.

Coba sekarang lo berdiri tegak disini Tam. Tatap kaca itu, look! There’s a woman over there! Cantik, smart, success in career, tajir, dan…. Lemah! See?”

Tami terdiam sejenak mengamati kaca lebar di dalam toilet.

“Kampreeeett loe wie!”

Kamipun tertawa lagi, sembari keluar dari toilet, menyusuri koridor Galeria Mall.

”Eh, tapi gue pikir better gue hidup kaya gini aja. Sendiri. Toh selama ini gue bisa melakukan apapun sendiri tanpa bantuan orang lain. Betul begitu penasehat?”

"Ga juga. Dulu gue juga pernah berpikiran seperti itu. Masalah apa sih yang ga bisa gue pecahkan sendiri? Lampu mati, tinggal beli baru trus dipasang lagi. Beres. Gambar TV kurang jernih, tinggal naek keatas loteng, benerin letak antena luarnya, selesai. Bongkar pasang dispenser buat ngebersihin ntu barang juga bisa gue kerjakan sendiri. Mentok-mentoknya klo ada urusan mechanical electrical yang ga bisa gue tangani sendiri yaa dibawa ke ahlinya. Tinggal bayar, selesai dah tuh masalah.”

Yep...yep... setuju banget wie! So, ngapain kita butuh laki-laki untuk nememin hidup kita klo semua bisa kita kerjakan sendiri? Lebih enak kan, ga perlu takut tersakiti dan tercampakkan, wuuuiiih nikmatnya......”

Tapii Tam .... ada satu masalah yang ternyata tetep aja harus gue kerjakan dengan bantuan laki-laki (baca:pasangan ). Saat gue butuh dibelai, gue ga mungkin melakukannya sendiri. Kala butuh disayang dan diperhatikan, tak mungkin juga gue lakuin sendiri. Gue butuh ketiak laki-laki untuk menenggelamkan kepala gue saat dunia terasa kejam buat gue. Yaah.... begitulah...”

Alaaa... itu kan hanya untuk wanita-wanita melankolis dan romantis macam elo wie. Bagi gue, tetep sendiri is the best choice. Persetan dengan kaum pecundang itu! Mending konsen di karir, cari duit banyak, trus bersenang-senang nikmati hidup. Pergi kemana gue suka, ga perlu lagi mikirin rumah, anak, suami, aah… indahnya hidup ini….”

“Itu pilihan Tam. Sendiri memang tidak jelek, tapi berdua lebih baik…. And, the ball of life is in your hand. Play it wisely.”


Ponselku berdering, bercakap-cakap sejenak, dan …

“Tam, sorry... I have to go. Duty call. Hahaha ….”

‘Ok, C ya nek… take care yo…Dasar business woman sarap!”

Akupun pergi, meninggalkan Tami sendiri.


Jadi teringat akan sebuah cerita persia kuno :

Suatu kali seorang Gadis Persia (GP) bertanya dengan sang guru tentang penciptaan seorang wanita.

GP : Guru, bagaimana penciptaan seorang wanita itu?

Guru : Wanita itu tercipta dari pencurian salah satu tulang rusuk laki-laki yang sedang tertidur.

GP : Kenapa harus dicuri? Tidakkah itu akan membuat lelaki menjadi marah karena kehilangan satu organ tubuhnya?

Guru : Analoginya seperti ini, ada seorang penjual perak yang sedang tertidur dengan meletakkan sekarung penuh dagangannya. Kemudian ketika terbangun, dia mendapati bahwa karung dagangannya telah hilang, tapi sebagai gantinya ada sekarung penuh emas disampingnya. Menurutmu, apakah penjual itu akan marah?Emas itu adalah wanita. Tercipta sebagai pengganti tulang rusuk lelaki yang telah hilang, untuk membuat kehidupan yang dijalani sang lelaki menjadi lebih indah dan bermakna. Dan selayaknya emas itu harus diperlakukan penuh cinta dan kasih sehingga kilaunya tetap memikat hati...


Begitulah seharusnya ....


_Djogja yang masih juga hujan



PS: buat miss X. ayoo semangaat...! :)

Wednesday, December 26, 2007

GOOD TO GO (sekuel Cirebon... oouww shit!)

Kebo… banun dunk….

Setelahnya, suara yang sengaja direkam oleh sahabat terkasih di ponselkupun menjadi alarm disetiap pagiku.

Kenapa kebo???

Hanya dia yang tahu alasannya. Dan karena panggilan yg tidak berasalan itu pula maka aku juga kemudian memanggilnya dengan sebutan SAPI. Bahkan tidak hanya sebatas panggilan saja, ring tones khusus nomernya pun aku kasih suara lenguhan sapi, sehingga ketika dia menelpon, maka aku bisa berteriak dengan sangat puaass : eh, sapiku nelpoon..!!
Dan, jadilah kami sepasang binatang-binatang lucu nan menggemaskan.

*what a nice own call*

Bersama sapi, aku menghabiskan waktuku di Cirebon dengan sangat menyenangkan. Tiada hari tanpa jalan-jalan dan tawa senang. Menikmati sawah nan menghijau di seputaran Kuningan, berdiskusi tentang petani-petani penggarap yang hidupnya sungguh memprihatinkan, tentang kehidupan cewek-cewek ABG di Indramayu, dan tentang menu nasi merah & ikan mas sambel ijo (puedesnya top markotob!) yang jika memakannya bisa bikin orang blingsatan dan berlaku berlebihan laiknya anak autis tulisan yang berlebihan juga.

Sungguh waktu yang sangat menyenangkan untuk dinikmati, meski itu di Cirebon sekalipun! Dari sinilah baru kutahu, bahwa indahnya suatu tempat tidak bergantung dari besar atau kecilnya kota tersebut. Tapi lebih kepada dengan siapa kita akan menghabiskan waktu bersama.

Tapi sayangnya, sapi tidak bisa bertahan lama tinggal di Cirebon. Dia mempunyai mimpi-mimpi yang harus dia kejar. Dan itu berarti dia harus say goodbye to Cirebon..... and me, of course!

Sedih sih....

Tapi hidup harus jalan terus. Biarlah sapi dengan pilihan-pilihan hidupnya, dan disini, masih di Cirebon, akupun membiarkan hidupku terus mengalir.

Hingga kemudian,


aku menemukan muara kegembiraan yang lain lagi....

Ma broke.
Demikian aku memanggilnya. Hanya gara-gara terinspirasi film Broke back mountain, maka kami yang sesama jenis dan mempunyai hubungan yang sangat dekat kemudian menamai diri masing-masing dengan sebutan broke dan back. (back tentunya sebutan buat aku).

Tapi weits!


Tunggu dulu, meskipun demikian kami masih normal. Kami masih sama-sama penyuka lelaki, bahkan kala itu kami yang notabene banyak digemari para lelaki sering kebingungan memanfaatkan moment2 ini untuk urusan hura-hura. (Sedikit berlebihan memang, I know broke.... :P)

Broke, si imut nan cantik dan seksi. Dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dan karena kedekatan inilah maka dia bisa dengan kurang ajar memanfaatkan hobi dan keahlianku memasak untuk memenuhi hasrat makan dan kemalasannya. Dari mulai nyiapin sarapan pagi hingga late dinner, sudah bisa dipastikan akan menjadi jatah kerjaanku (kebetulan kami tinggal satu kos). Tapi yaa.... aku mengerjakannya dengan senang hati. Lah wong hobi (ini yang aku bilang si broke pandai memanfaatkan situasi).


Tapi untungnya, si broke bisa berlaku sebagai adik yang manis. Selalu Siap sedia menyiapkan tenaga untuk mijitin aku kala rasa lelah sehabis berkerja mulai mendera.

Bahkan tidak cuman itu saja, broke juga mengajarkan banyak hal-hal seru yang belum pernah aku jalani sebelumnya, seperti contoh berikut :

aku : Whattt??? Makan sambil jalan??? Pake baju kerja kayak gini? Ah, yg bener lo broke!

broke : Iya, cuek aja lagi. Mereka pada ga kenal ini. Asik lagi mbak, makan sambil jalan. Belum pernah kan?

Kemudian, dia asik mengunyah paru goreng yang barusan kami beli di warung jamblang dekat kosan. Paru goreng yang dicemil broke sepanjang perjalanan menuju ke kos sepulang bekerja menjadi pemamandangan yang sangat menggiurkan, hingga kemudian...

aku : Bagi dunk, tapi dikit ajah. Malu tauk makan sambil jalan! Apa kata dunia, esmud kayak kita kok makan sambil jalan. Di jalan raya pula! >> miss jaim yg berbicara

Debut pertama makan sambil jalan, aku masih sembunyi-sembunyi. Secuil kecil paru goreng aku emut dulu laiknya ngemut permen, kemudian mengunyahnya pelan. Papasan dengan orang di jalan, ngemut lagi..... ngunyah lagi... ngemut... ngunyah... ngemut...

Tak terasa, aku habis satu potong besar paru goreng. Broke, dan tentu saja aku, sama-sama takjub dengan apa yang barusan aku lakukan. Setelahnya kami tertawa terbahak2 bersama. Bergandengan tangan, dan melanjutkan ngemil paru goreng yang kedua dengan lebih berani lagi.

Betapa indahnya dunia kala itu!

Banyak sekali hal-hal lucu yang menggembirakan aku jalani bersama broke, hingga kebosanan tinggal di Cirebonpun tidak pernah aku rasakan lagi. Nasi jamblangpun akhirnya menjadi menu favorit kami. Selain harganya murah dengan lauk yang beragam, akupun sudah bisa mensiasati bagaimana melahap nasi jamblang tanpa takut terkena lugut* dari daun jati. Yaitu dengan menaruh nasi di piring dan membuang bungkus daun jati tersebut. Standard banget idenya, huh!

Tapi... hiks!

Lagi-lagi aku harus ditinggalkan.

Broke, harus say goodbye to Cirebon... and Me! Yeah! Me.... of course.. untuk mengejar mimpinya. Berdekatan dengan orang yang sekarang jadi suaminya. Good choice anyway broke, proficiat!

Sendiri...???


Tentu tidak, aku masih punya teman-teman yang laen. Datang dan pergi adalah satu sisi romantika hidup. Tidak ada yang perlu di pikirkan secara berlebihan. Toh perpisahan ini tidak membuat hubungan kami lantas jadi kacau. Hanya jarak yang membuat kami tidak bisa ketemu dan bercanda setiap saat. But deep down in our heart, we are still best friend forever!

Meskipun setelah kepergian Sapi dan Broke aku belum pernah menemukan lagi teman yang nyantol di hati, tapi toh aku tetap menikmati setiap pertemuan dengan teman-teman baruku. menikmati cerita-cerita baru yang tidak kalah serunya, canda-canda baru, dan hal-hal baru yang setidaknya bisa membuat aku bisa bertahan hingga setahun lamanya di Cirebon (pasca kepindahan broke).

Dan seperti Sapi & Broke, tentunya aku juga punya impian-impian dalam hidupku. Impian (baca:goals) yang harus segera direalisasikan, supaya semua menjadi kenyataan dan tidak berhenti hanya sebatas mimpi!

Akhirnya, dengan berbekal keyakinan dan kenekatan serta ucapan bismillah, kumulai merangkai mimpi-mimpiku supaya menjadi sesuatu yang nyata, dapat disentuh, dan dirasakan. Meskipun untuk itu dibutuhkan perjuangan baru, dan tenaga baru. But it's ok!

Begitulah hidup!
Harus ada pilihan-pilihan yang mesti ditentukan. Dan yang berhak menentukan pilihan-pilihan itu tentu saja kita. Cos we are a driver in our life! Sepanjang semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tinggal sehari lagi aku mendiami kota ini. Kota yang mulai aku sukai. Kota dengan banyak kenangan-kenangan indah. Kota yang kelak jika aku datang lagi, maka akan banyak senyum tersungging mengenang kejadian-kejadian masa lampau. Whether it's sad or happy...

I have to go now...


C ya in any situation Cirebon..... oowww shit! I really sad to say goodbye to you...


_27 Desember 2007


Ps: baca postingan sebelumnya di arsip bulan juni dengan judul Cirebon... oowww shit!


Pic yang ga eye catching -->> Broke & me

Wednesday, June 6, 2007

CIREBON... OOWWW SHIT!

Pertama kali menginjakkan kaki ke kota ini hatiku merasa senang sekali. Selain bisa meninggalkan kesedihan dan kejenuhan akan kota terdahulu yang sempat aku tinggali, juga karena bangunan hotel tempatku bekerja sungguh tampak elegan (lihat gambar).
Keterangan gambar : 1. view dari swimming pool, 2. Tampak depan, 3. Balroom yg terpisah dari bangunan utama

Tak heran jika kemudian hotelku menjadi pilihan utama para tamu VIP dan VVIP (sekelas presiden), bahkan jika anda bermain-main dengan google earth akan lebih gampang mencari lokasi Hotel Santika dibandingkan gedung-gedung penting di kota ini (dengan gaya membusungkan dada dan kepala mendongak keatas, huekk!).
Tapi ternyata kesenangan itu tidak berlangsung lama, karena setelah satu tahun lamanya mendiami kota udang ini yang saya tahu hanyalah Grage, Grage, dan Grage! Bahkan ketika tahun berlanjut ke angka 2 pengetahuan saya tentang tempat rekreasi penghilang jenuhpun tidak bertambah, masih seputaran Grage, dan Grage lagi. Belum lagi makanan-makanan khas kota ini yang terasa aneh dan tidak njawani bagi lidah semarangan dan jogjaisme saya ini.


ket. gbr (searah jarum jam): condiment sega jamblang, sega jamblang ROP* , Docang, nasi Lengko, Tahu Gejrot , Empal Gentong
Well, makanan-makanan yang terasaji diatas memang belum ada yang bisa membuat saya berpaling dari manisnya gudeg jogja dan segernya soto semarang. Semuanya masih tampak aneh bagi saya, nasi/sega jamblang yang tersaji diatas daun jati -yg diragukan kebersihannya baik dari lugut/bulu2 halus bawaan daun jati maupun dari debu yg menempel- dengan penyerta beraneka ragam lauk-pauk seperti : paru goreng, tempe goreng, sayur tahu, blakutak, ikan asin jambal roti, sambel khas sega jamblang, dll yang semuanya tinggal dipilih dan dicomot. Docang dengan isi: lontong, daun singkong, parutan kelapa, disiram kuah plus krupuk on the top yang sungguh melihat tampilannya saya benar-benar tidak tertarik!! Nasi lengko, sepertinya ini masih lumayan bisa diterima lidah jawa saya, karena rasa dan penyerta nasinya masih tampak klop bagi saya yang penyuka lotek (beda-beda tipis sama lotek). Biasanya nasi lengko ini ditemani oleh sepiring sate kambing (hmmm... not bad lah!). Tahu Gejrot, nha... klo yang ini saya memang suka, selain rasanya yang tidak neko-neko - tahu disiram kuah:air gula jawa,cabe rawit, bawang merah- juga harganya yang sangat murah, Rp 1.500,- (murah adalah alasan yg sebenarnya!). Empal gentong, waaah... klo makanan yang satu ini saya bener-bener menjauh deh. Kuah santan pekat seperti kuah gule dengan isi segala macam jeroan sapi dengan taburan daun kucai diatasnya. Ooh tidaaakkk!! Berapa banyak timbunan lemak yang saya asup jika saya mengkonsumsi makanan ini??

Dan, saya hanya bisa teriak, pengeeeennn pulaaaanggg!!!

Tapi apalah daya, tempat kerja yang menyenangkan plus posisi yang sedikit menggiurkan membuat saya tertancap lumayan kuat di kota ini. Kota yang minim tempat rekreasi penghilang jenuh dan kota dimana saya harus bayar mahal untuk memakan makanan yang saya tidak suka. Sungguh menyedihkan!

Ternyata, Tuhan memang benar-benar maha kasih. Doa ketidakkrasanan saya tinggal di Cirebon terjawab sudah. Menginjak Tahun ketiga, Tuhan memberikan saya sesuatu yang akhirnya membuat saya mulai betah tinggal di Cirebon. Bahkan tradisi akhir minggu yang selalu saya lewatkan dengan berpergian ke kota-kota terdekat seperti Jakarta & Bandung pun -sebagai penghilang penat dan jenuh- tidak pernah saya jalani lagi. Waktu saya kala itu benar-benar terasa menyenangkan. Dan semua itu berkat hadirnya manusia tengil ini >> maaf, space yang tersedia tidak cukup muat buat nampilin foto yg eye catching. (Alasan!)
Dan.... Cirebon bagi kami akan saya lanjutkan pada tulisan mendatang.
Dont miss it!
note :
- Grage adalah Mall terbesar dan termegah di Kota Cirebon untuk saat ini
- ROP : Ready On the Plate
- Gambar-gambar didapat dari google image searching (kecuali gambar hotelku)