Showing posts with label ROMANCE. Show all posts
Showing posts with label ROMANCE. Show all posts

Wednesday, May 6, 2009

PELUK



Pernah ga ya kita berpelukan seperti itu?




Atau seperti ini


dan ini mungkin ?

Atau yang sedikit nakal seperti ini ?

ahahaha…

Sepertinya kita terlalu konvensional dalam melakukan kegiatan tersebut.

Cukup terpuaskan dengan kehangatan selimut merah itu dan diantara serakan buku-buku tebal yang usai kamu baca.

Sesekali, melakukan pose-pose tersebut sepertinya akan menambah gairah baru dalam kehidupan bercinta.

Namun buatku,

aku hanya ingin melakukan seperti ini kepadamu



sampai senja tiba …

Tuesday, February 10, 2009

CINTA DAUN KEPADA SANG POHON


Sudah hampir 4 tahun semenjak perpisahan dengan sang pohon, daun tetap bisa menjalani kehidupannya dengan normal dan baik-baik saja.

Tiupan angin seringkali membawa daun berpindah tempat, dan dimanapun daun singgah, selalu tercipta kehidupan yang menyenangkan. Lingkungan yang selalu menerimanya dengan baik, kawan-kawan baru yang menyenangkan, bahkan sesekali daun hinggap di dahan pohon yang lain untuk memenuhi naluri alamiahnya sebagai sebuah daun.

Hingga suatu kali, saat daun lagi-lagi diterbangkan oleh angin dan jatuh ke lingkungannya semula, daun tetap biasa-biasa saja. Kehidupan yang dijalani tetap saja menarik dan menyenangkan. Keberadaan sang pohon di lingkungan itu tidak benar-benar mempengaruhi kehidupannya. Sesekali mereka saling menyapa, dan terkadang tertawa bersama, namun kemudian kembali sibuk dengan kehidupan masing-masing. Bahkan keberadaan selembar daun lain di dahan sang pohon pun tak berpengaruh apapun terhadap perasaannya.

Apakah daun tak menginginkan sang pohon lagi?

Sepertinya begitu, karena tampak beberapa kali daun terlihat mesra bercengkerama dengan pohon lain. Bahkan daun sudah mulai mengabaikan dan tak menganggap penting lagi tanggal-tanggal keramat mereka berdua. Sesekali daun datang ke sang pohon, namun hanya untuk mengobati kegundahan hatinya akan pohon lain. Daun tidak benar-benar datang untuk sang pohon lagi. Selalu ada tujuan lain yang menyertai kedatangannya.

Hingga suatu hari, entah kenapa seharian itu daun harus disibukkan akan kenangan-kenangan mereka berdua. Kotak surat yang jarang dia sentuh itu tiba-tiba meminta perhatiannya untuk dibersihkan. Surat-surat terdahulunya bersama sang pohon satu persatu dibukanya kembali. Seringkali terlihat senyum mengembang diwajah cantik daun kala membaca ulang surat-surat itu.

Depend on you, kamu kan yang suka maksa .. :p


Thanks to be my counsellor Gde Prama gadungan

miss u

_pohon


Tunjukkin dulu tiketnya lah, nanti duitnya cuman buat beli soto di warung encik2 itu.

Take care ya..

_pohon


Jangan nakal ya.. :p

_pohon


Entah sudah berapa lama daun asik dengan surat-surat itu, dan sepertinya daun tenggelam dengan keasikan itu. Foto-foto yang terkirim diamatinya lagi lebih dalam, senyum sang pohon tampak selalu mengembang. Dan binar matanya… tampak sekali kebahagiaan terpancar disana.

Daun pun kemudian mengamati foto-fotonya sendiri yang terkoleksi bersama tumpukan surat-surat itu. Meskipun dengan banyak gaya, namun satu yang selalu menonjol, binar mata daun! Ah… mata memang benar-benar cerminan hati.

Semua kebahagiaan kala bersama sang pohon terputar kembali. Seringai-seringai nakalnya yang selalu bikin sang pohon tertawa kegirangan, perdebatan-perdebatan kecil yang akan langsung sirna dengan peluk hangat sang pohon, perhatian, cinta, dan kasih sayang yang tersaji telah membuat mereka mampu melalui penatnya hari. Aaah… kehidupan yang benar-benar bahagia dan sempurna.

Daun terpekur sesaat.

Apakah kehidupannya saat ini tidak bahagia dan sempurna?

Bukankah sosok sang pohon telah terhapuskan dengan kehadiran pohon-pohon yang lain? Yang telepon dan kehadiran pohon lain itu selalu dinanti oleh daun, yang saat berdua menghabiskan waktu bersama pohon lain, hari-hari daun terasa lebih mudah untuk dilalui.

Daun masih terpekur…

Aku mungkin hanya senang, belum sebahagia kala aku bersama sang pohon. Tapi apakah bahagia itu penting? Bisa tertawa senang, sepertinya sudah cukup buatku. Bisa melalui hari-hari dengan lebih mudah dan ceria, juga sudah cukup buatku. Toh kebahagiaan itu bisa aku dapatkan dari cara lain. Saat mendengar ada daun lain yang bertengger di dahan sang pohon, daun tanpa sadar ikut bersyukur dalam hatinya. Saat mendengar sang pohon semakin melesat karirnya, daun ikut merasa bersukacita, Dan kabar-kabar bahagia lainnya tentang sang pohon selalu bisa memacu hormon kebahagiaan dalam diri daun.

Menghabiskan waktu bersama pohon lain mungkin belum menimbulkan kebahagiaan buat daun. Namun mendengar dan melihat kebahagiaan sang pohon telah membuat daun bahagia.

Daun pun menjadi tahu, bahwa kebahagiaannya adalah saat melihat sang pohon bahagia. Meskipun kebahagiaan itu tidak harus dilalui bersamanya…

Jakarta, 9 Februari 2009

Tiba-tiba aku sangat merindukanmu

-daun-

Sepenggal tulisan itu telah terkirim ditiup angin kearah sang pohon. Daun tidak peduli apakah sang pohon membaca tulisan itu. Dia hanya ingin merepresentasikan apa yg dia rasa saat itu, sebelum daun benar-benar pergi lagi mengikuti arah angin yang bertiup.

Daun mulai berkemas, bulan ini angin bertiup sangat kencang. Dan daun sudah merasa bahwa tiupan angin itu akan membawanya pergi ke tempat lain lagi.

Saat ada kesempatan untuk pergi, aku justru menemukan alasan untuk tetap tinggal. Kamu…


_Jakarta, di sisahati


note : Daun pergi, karena tertiup angin atau karena pohon tak memintanya untuk tinggal?





*terinspirasi oleh tulisan DAUN, POHON, & ANGIN

Monday, September 22, 2008

SELAMAT PAGI CINTA

Teman lelaki : Aku ingin putus darinya
Aku : Kenapa?
Teman lelaki : Karena dia tidak mau berubah

Di sisi lain

Teman Wanita : Aku tak sanggup lagi mendampinginya
Aku : Kenapa?
Teman wanita : karena dia susah untuk berubah

Hmm…. Berubah. Kata itu menjadi pemicu retaknya sebuah hubungan.

Kenapa harus memaksakan untuk merubah seseorang yang kita sayangi, jika kemudian harus terpisah karenanya?

Jadi teringat akan hubungan kasih terdahulu.
Saat sang cinta menyentuh, kusadari bahwa itu karena ketidakromantisannya yang terkadang membuat diri ini tertawa geli membandingkan dengan keromantisanku, sedikit bicaranya yang lalu memicuku berbicara lebih banyak untuk meramaikan suasana, kecerdasannya yang membuat diri ini tunduk bahagia, penampilannya yang jauh dari modisnya penampilanku, kemanjaannya yang terkadang mengalahkan rasaku untuk itu, dan …. gerejanya yang berbeda dengan masjidku.
Namun semua itu tak menjadikan masalah, karena saat kami sadar bahwa kami berbeda, saat itu pulalah kami juga sadar bahwa kami begitu serasi dengan perbedaan itu. Dan masing-masing kami tak ada yang berkeinginan untuk merubah yang telah ada, karena kehadiran kami dalam kehidupan sang cinta bukan untuk melakukan perubahan-perubahan, tapi untuk memberikan warna lain sehingga dengan adanya warna itu kehidupan yang dijalani menjadi semakin indah.
Kalaupun kemudian tetap harus terjadi perpisahan, itu bukan karena perubahan-perubahan yang terjadi. Tapi karena memang sang cinta hanya diperbolehkan berkunjung sampai batas tersebut. Untuk membuat kami belajar tentang arti sebuah perbedaan. Perbedaan yang tak menjadi kendala karena ada bahasa cinta di dalamnya.

Teman lelaki & wanita (dalam waktu yg terpisah) : haruskah kami berpisah?
Aku : tak mengapa kalau itu membuat semuanya menjadi lebih baik. Hidup ini adalah sebuah proses dimana terkadang dibutuhkan bantuan orang lain untuk melancarkan proses itu. Mungkin dia adalah salah satu bagian dari proses itu, proses untukmu belajar sesuatu hal yang kamu dapatkan kala bersamanya. Namun perlu diketahui, bahwa untuk mendapatkan proses pembelajaran itu tidak melulu harus dilakukan dengan perpisahan. Berdua sepertinya akan jauh lebih baik, asal ada kerelaan hati untuk saling berbagi dan mengerti. It’s your choice.

Sang temans pun pergi dariku dengan tatapan mata dan senyum penuh arti.

Ah…. Jadi rindu sama kamu. Rindu lucunya tatapan matamu. Tatapan mata yang belakangan ini membuat hari-hariku sedikit kacau karena adanya penyusup yang tak tahu diri. Sang penyusup yang tak rela kamu berada disini bersamaku, mencoba sekuat tenaga mengalihkan segala pandangmu akanku ke arahnya. Padahal dia tahu bahwa itu adalah kesia-siaan.

Kenapa dia harus berlaku naif? Cinta atau napsukah yang bercokol di dirinya sehingga membuat dia berlaku seagresif itu?

Jika kemudian aku tak seagresif dia, bukan karena aku tak punya rasa. Hanya saja, bisa melihat matamu berbinar bahagia kala bersamaku, mendengar tawa renyahmu juga cerita-cerita ringan itu, dan sedikit sentuhan lembutmu, itu sudah cukup buatku.

Bagiku, bisa selalu mendengar sapa ramahmu di sela kesibukanmu, mengalahkan sang rembulan yang kelak ingin aku bagi indahnya bersamamu.

Tak hendak berharap apa-apa, hanya ingin berucap :

SELAMAT PAGI CINTA….. SUDAHKAH KAMU MENELPONKU HARI INI?


*rinduku kali ini hanya untukmu



Monday, September 8, 2008

SENJA MENIKUNG



Jika kemudian senja itu menikung,

itu bukan salah siapa-siapa

itu adalah pilihan sayang...


*dan biarkan semuanya tetap disana seperti angan sang senja

Thursday, August 28, 2008

HARUSKAH MENGEJARMU?



Pagi yang cerah!
Setelah semalam, untuk kedua kalinya kamu hadir dalam mimpiku.

Haruskah mengejarmu?

Jika bisa bangun pagi dengan rasa yang berbunga-bunga sudah cukup buatku.
Atau dengan mendengar empuknya suaramu telah mengembangkan hatiku.

Tak tahu, apakah ini cinta?
Sebuah rasa yang telah lama terlupakan
Meskipun selalu saja ada penyedia-penyedia cinta
yang meskipun termakan namun tak berasa

Kali ini,
rasa itu muncul lagi.
Hanya dengan sekali melihatmu,
mendengar gugupnya suaramu,
dan tak sempat benar-benar merasakan genggaman tanganmu

Aku menyukai datangnya rasa ini!!
Meskipun tak tahu apakah harus dimiliki, karena...

Aku harus mengejarmu???

Haruskah?

Sepertinya tidak harus, karena
bukan alasan gengsi
tapi perlu kamu ketahui,
aku tak pandai dalam satu hal itu.

Sampai kemudian, kalimat si Pusmong yang terkirim pagi ini membuatku tertampar dan tersungkur :

Maksudnya, saat ini kamu bisa tahu kalo ini bukan melulu tentang mereka yang ngejar kamu...
ini tentang kamu yang berusaha jujur tentang perasaan kamu..
Dan ketika kamu pikir sesuatu itu worth to pursue..
Please do..
It's not about dignity..
It's not about whose get crush on first..
It's about U searching of your own happiness..

Lalu,
Haruskah aku mengejarmu?


We'll see..

Wednesday, April 9, 2008

SEDANG INGIN ROMANTIS

SEDALAM CINTAMU

Terasa kini

Pesonamu hadir debarkan hati

Tlah kau datangkan hayal utk janji

Kedalam sukmaku

Menuai rinduku

Harum tubuhmu

Buai lelapku

Sirnakan segala resahku

**Sedalam2 cintamu ku selami

Warna2 terindah yang ada dibumi

Terlukis dijiwa tlah membelai kalbu

Sedalam cintamu tercipta untukku

Ketika hati tak kuasa pergi menyepi sendiri

Tlah kau yakinkan setia yang teruji

Dibatas waktuku menggapai cintaku

Aura hatimu

Sentuh hatiku

Sinari ruang asaku

** Sedalam2 cintamu ku selami

Warna2 terindah yang ada dibumi

Terlukis dijiwa tlah membelai kalbu

Sedalam cintamu tercipta untukku

Tlah kusadari

Cintaku terbatas dalam masa yang berganti

Ikuti hati,

Kaulah bisikan naluri


Ya! Itu memang lirik lagu dengan judul seperti tersebut diatas, dinyanyikan oleh Indra Lesmana & Nania Indonesian Idol.


Entah kenapa aku sangat menyukai lagu tersebut. Jika saja winamp di kompiku bisa berkata-kata, maka dia akan menjerit ”stooooooooppp!! Cukup, aku muaakkk harus memutar lagu itu berulang-ulang!” Untung saja winamp itu ga punya rasa, sehingga dia tak perlu protes mau diperlakukan seperti apapun juga, dan aku pun bisa menikmati lagu tersebut berulang-ulang sesuka hatiku. Menyanyikannya sambil mengetik, sambil masak, sambil mandi, sambil liat ikan, dan sambil tidur!


Lagu itu adalah bagian dari khayalan romantisku. Berharap bisa menyanyikannya dengan kamu –yang kelak terpilih untuk tumbuh menua bersamaku- saat ”D Day” kita. Dengan pembagian bait yang sama persis seperti yang dinyanyikan Indra dan Nania, sembari tersenyum penuh cinta, supaya kamu tahu bahwa memang seperti itulah rasaku.


Aaah.... jadi hilang kata-kata.


Jadi ingin belajar memainkan lagu tersebut dengan gitar pinjaman, sehingga aku bisa menghiburmu dengan penampilan eksklusifku...


So, would you please to teach me how to play this song?



*rindu nyungsep

Sunday, February 10, 2008

MENUA BERSAMA

Suatu kali aku pernah melakukan perjalanan dipagi hari menelurusi jalan-jalan pedesaan di Selatan Kota Jogja. Menikmati keindahan alam dan sejuknya udara desa yang masih bersih, serta menikmati sapa santun orang-orang yang aku temui. Sebentuk kehidupan yang sungguh aku dambakan, tenang… damai… dan bersahabat ….


Hingga kemudian aku menjumpai sepasang manusia renta ini.






Entah kenapa tiba-tiba aku menjadi tertarik untuk mengamati kegiatan sepasang makhluk Tuhan itu. Kisaran usia mereka mungkin sudah diatas 65 tahun, atau bahkan diatas 70 Tahun? Ah sudahlah… tidak begitu penting bagiku, toh bukan usia mereka yang menjadi ketertarikanku. Tapi lebih kepada kemesraan yang mereka lakukan terhadap pasangan masing-masing.



Sang kakek tampak begitu sabar menuntun sang nenek yang sudah sedikit kesusahan dalam berjalan menyusuri jalan setapak yang berbatu tersebut, sementara sang nenek meskipun tampak kesusahan dalam membawa dirinya sendiri sesekali tampak membetulkan kain penutup leher sang kakek yang terkadang tampak begitu menjuntai ke bawah.



Wuiiiihhh….. pemandangan yang sungguh indah di pagi hari. Takjub dan sedikit terharu melihat kelakukan kakek dan nenek tersebut.



Sudah berapa lama ya kira-kira mereka membina hubungan? 30? 40? Atau bahkan lebih dari 50 tahun?



Berapapun itu itungan tahun yang telah mereka lalui, aku yakin mereka pasti juga melalui masa-masa dimana perselisihan dan ketidaksepahaman mewarnai kehidupan mereka. Ketidakcocokan yang tentunya dapat mereka tangani dan lalui dengan baik hingga mereka bisa bertahan menjalani hidup bersama selama itu. Dan menghadirkan pemandangan yang indah dipandang mata …



Tiba-tiba jadi teringat akan kamu



Teringat akan kesalahpahaman kecil yang kadang muncul diantara kita dan sering kita tanggapi terlalu berlebihan.



Teringat pula seringai-seringai nakal yang kadang dilakukan hanya sekedar untuk pemanis bingkai hidup kita berdua.



Dan tindakan-tindakan konyol yang kadang berujung ke perselisihan.


Disamping bejibun hal-hal indah nan manis yang aku lewati bersamamu….



Namun tidak dipungkiri ketidaknyamanan yang muncul kadang membuat diri ini menjadi lelah dan hendak menyerah. Padahal hubungan yang kita bina ini baru hitungan jari.



Lalu kenapa harus cepat menyerah????



Bukankah keindahan suatu hubungan terletak dari keharmonisan usaha dalam menselaraskan perbedaan-perbedaan yang muncul. Perbedaan-perbadaan yang harusnya bisa dintransformasikan menjadi sesuatu yang indah. Dan semua itu bisa terwujud selagi kita masih menggunakan bahasa yang sama, yaitu CINTA ….



Ah… tiba-tiba ingin berlari ke arahmu, melewati jarak berkilo jauhnya, menembus batas waktu, dan menepikan segala rintang yang ada, hanya sekedar hendak berkata :



Aku ingin tumbuh menua bersama mu…





HAPPY VALENTINE Y'ALL!